mcpField
R
research-design-planner

research-design-planner

github.com/lensetekProductivity51 installs
Repository

About research-design-planner

A research-planning skill for Research Agents that structures study methods, variables, data collection, analysis, and validation. It also details experiment design for computational and AI/ML research, including reproducibility.

Key features

  1. 01Research approach selection
  2. 02Variable and construct operationalization
  3. 03Data and sampling plans
  4. 04Analysis and validation planning
  5. 05AI/ML experiment design

Use cases

  1. 01Plan a quantitative, qualitative, or mixed-methods study
  2. 02Define baselines and metrics for AI experiments
  3. 03Design robustness tests and ablation studies

Install

Copy the command and run it in a terminal.

$npx skills add https://github.com/lensetek/research-agent-skills-collection --skill research-design-planner

After installing, type/research-design-plannerin Claude Code to confirm it loaded.

Details

From the project README

Research Design Planner

Overview

Skill ini memandu Research Agent dalam menyusun rancangan metodologi penelitian (research design) secara sistematis. Rancangan ini menentukan pendekatan riset, pemetaan konstruk/variabel, alur pengujian data, serta skenario eksperimen (khusus untuk bidang komputasi/AI/ML) guna memastikan riset berjalan secara terstruktur dan dapat direproduksi (reproducible).

Dependencies

  • research-question-builder

Quick Start

Contoh penggunaan: "Gunakan skill research-design-planner untuk merancang alur eksperimen perbandingan robustness LLM menggunakan dataset benchmark GSM8K dan baseline GPT-4."

Workflow

1. Penentuan Pendekatan Penelitian (Research Approach)

Tentukan dan beri pembenaran atas pendekatan yang dipilih:

  • Kuantitatif: Pengujian hipotesis secara statistik, survei terstruktur, atau eksperimen laboratorium.
  • Kualitatif: Studi kasus mendalam, analisis tematis, wawancara semi-terstruktur, atau etnografi.
  • Mixed-Methods: Kombinasi sekuensial atau konkuren antara kuantitatif dan kualitatif.
  • Eksperimen Komputasional / AI / ML: Riset pengembangan model, analisis performa, uji ketahanan (robustness), atau studi ablasi (ablation study).
  • Design Science Research: Pembuatan artefak sistem/software baru beserta evaluasi kinerjanya.
2. Operasionalisasi Variabel / Konstruk
  • Untuk riset kuantitatif/sosial: Identifikasi Variabel Independen (IV), Variabel Dependen (DV), Variabel Mediator/Moderator, serta metrik pengukurannya.
  • Untuk riset komputasional/AI: Tentukan baseline model, data masukan (input data), parameter kontrol (control variables), dan metrik kinerja utama (e.g., F1-score, Latency, Accuracy).
3. Pengumpulan Data & Rencana Sampling
  • Rancang sumber data yang digunakan (data primer vs sekunder).
  • Tentukan metode sampling (probability vs non-probability) atau detail pengumpulan dataset (e.g., scraping, dataset benchmark publik, API log).
  • Rancang teknik pembersihan (preprocessing) dan pelabelan data.
4. Rencana Analisis Data & Validasi
  • Tentukan metode analisis statistik yang sesuai (e.g., ANOVA, SEM, Regresi) atau alur pelatihan model (model training workflow).
  • Rancang uji validitas/reliabilitas instrumen atau rencana pengujian silang (cross-validation) untuk keandalan hasil.
5. Komponen Khusus Riset AI / Machine Learning (Jika Relevan)

Untuk penelitian berbasis AI/ML, rancangan eksperimen harus menjabarkan secara rinci:

  1. Dataset & Data Splitting: Skenario pembagian data (train/validation/test split) serta penanganan ketidakseimbangan data (class imbalance).
  2. Baseline Model: Model pembanding standar yang akan diuji secara setara (fair comparison).
  3. Robustness & Stress Testing: Pengujian model pada kondisi ekstrem (noise data, serangan adversarial, atau distribusi di luar latih/out-of-distribution).
  4. Studi Ablasi (Ablation Study): Rencana pengujian untuk memverifikasi kontribusi tiap komponen arsitektur baru dengan cara menonaktifkannya secara bertahap.

Common Mistakes & Aturan Kritis

  • Desain Tidak Sinkron dengan RQ: Memilih metode analisis yang tidak dapat menjawab pertanyaan penelitian (RQ).
  • Perbandingan Eksperimen yang Bias (Unfair Comparison): Dalam riset ML, menguji model baru pada lingkungan yang dioptimalkan khusus sementara baseline model dijalankan tanpa penyetelan hyperparameter yang adil.
  • Ketiadaan Rencana Validasi: Tidak menyertakan uji signifikansi statistik atau uji ketahanan data, sehingga hasil rentan dianggap sebagai kebetulan (cherry-picked).
  • Kurang Detail pada Prosedur Reproduksibilitas: Tidak merinci konfigurasi perangkat lunak, pustaka (libraries), hardware, atau seed acak (random seed) yang digunakan.

Comments

Markdown supported